Jumat, 07 Mei 2010

Antibiotik, bahaya gak ya ??????



Jika penyakitnya ringan tapi diobati dengan antibiotik dosis tinggi, tentunya kuman, virus, atau bakteri yang menginfeksi, resisten terhadap obat tersebut. "Akibatnya, pasien bisa meninggal dunia karena penyakitnya tidak bisa disembuhkan dengan obat apa pun".

Saat ini, sekitar 10 persen penduduk Indonesia,  resisten terhadap antibiotik tertentu. Padahal 10 tahun lalu, jumlahnya kurang dari satu persen dari penduduk yang ada. Resistensi bergantung pada masing-masing orang. Maksudnya, jika seseorang terus mengkonsumsi antibiotik tanpa memperhatikan kadar suatu penyakit, maka semakin lama pasien semakin resisten terhadap obat tertentu.

desakan kepada pemerintah untuk menambahkan regulasi tentang pembelian antibiotik yang harus disertai dengan resep dokter. "Sebenarnya peraturan itu sudah ada. Namun, faktanya banyak dilanggar. "Bahkan antibiotik sekarang dijual bebas, termasuk di toko obat biasa".

Bahayanya lagi, saat ini banyak peternak dan petani tambak menggunakan antibiotik untuk mempercepat pertumbuhan ternaknya. Menurutnya, hal itu sangat membahayakan karena manusia yang mengonsumsi daging hewan atau ikan yang diberi pakan bercampur antibiotik akan resisten.

"Antibiotik tidak bisa diuraikan, bahkan setelah menjadi residu. Karena itu, limbah yang mengandung antibiotik sangatlah berbahaya". diminta juga pada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan memperketat pengawasan penggunaan antibiotik sebagai salah satu upaya pencegahan resistensi antibiotik.(liputan 6.com dg perubahan seperlunya)

Kamis, 29 April 2010

Amerika Kurangi Garam, Kenapa ?????

Akademi Ilmu Nasional (NAS) mendesak Food and Drug Administration (FDA) untuk mengurangi pemakaian garam dalam makanan di Amerika untuk dekade berikut.

"Mengurangi sodium berlebihan pada asupan orang Amerika membutuhkan standar baru federal yang ditetapkan mengenai pemakaian jumlah garam pada pabrik makanan, restoran dan perusahaan pelayanan makanan untuk ditambahkan pada produk mereka," ujar pihak NAS dalam siaran persnya.

Rencana yang harus dilakukan FDA adalah secara bertahap menurunkan jumlah maksimum garam yang dapat ditambahkan ke dalam makanan dan minuman melalui serangkaian pengurangan bertahap.

Tujuannya bukan untuk melarang garam, melainkan untuk membawa jumlah natrium dalam diet rata-rata orang Amerika di bawah tingkat yang berkaitan dengan risiko hipertensi, sakit jantung dan stroke

Menurut laporan terbaru, 32 persen orang dewasa Amerika kini menderita hipertensi dan membutuhkan biaya sekitar 73 miliar dolar untuk merawat dan mengobatinya. American Medical Association sendiri pun telah menegaskan bahwa mengurangi separuh jumlah garam dalam makanan dapat menyelamatkan 150 ribu jiwa di Amerika Serikat setiap tahun.

kapan kita orang indonesia akan memulai gerakan mengurangi asupan garam pada makanan kita ??????
sayangkah kita dengan jantung yang telah diberikan oleh tuhan ?????
Hipertensi, Sakit Jantung dan Stroke dapat kita cegah, dengan cara pola hidup yang sehat, kurangi makan makanan yang memicu Hipertensi, Sakit jantung dan Stroke. Tq